Kerja Fun.Com

Kerja Yang Menyenangkan

Anah Dan Sugeng Di Facebook

Anah Dan Sugeng Di Facebook

Anah Dan Sugeng Di Facebook

sugeng dan anah
sugeng dan anah

Anah Dan Sugeng Di Facebook

peringatan untuk gadis yang sering di medsos, Medsos Adalah dunia yang menyenangkan tapi apabila di salah gunakan maka akan menjadi bumerang bagi kita, contoh kisah yang baru baru ini viral di medsos. Anah Syakila namanya, warga Kampung Lebuh RT/RW 7/001 Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Ia tertipu sama cowok yang dipacarinya di facebook sejak setahun yang lalu.

Ngaku sakit dan anah datang ke rumah rian gak taunya anah di tipu mentah – mentah sama rian, Selain itu, Rian janji mau mengantar pulang dan mengganti uang ongkos yang digunakan dari Lebak ke Tulungagung. Sesampainya di Stasiun Tulungagung, Syakila diminta naik ojek ke perempatan Cuiri Kauman. Selanjutnya Rian hendak menjemput sendiri di situ.

Namun, ternyata yang menjemput bukan lelaki tampan yang ada dalam foto Facebook. Ternyata diketahui nama asli dan foto asli Rian di akun Xiply Diggter beda dengan di akun Rian yang dia pakai berhubungan dengan Syakila. Kejadian ini pun berujung ke kantor polisi.

Petugas jaga Polsek Pagerwojo Bripka Dani Aristanto mengatakan memang terjadi hal seperti itu. Bahkan, menurut polisi, nama Rian bukan nama sebenarnya dan foto yang digunakan dalam Facebook juga foto orang lain.

“Kami lakukan penelusuran. Ternyata Rian itu bukan nama orangnya. Nama aslinya Sugeng. Di Facebook Sugeng memakai foto lain dan setelah kita telusuri lewat kontak Facebook dan WA akhirnya ketemu,” kata Dani

Foto Asli Sugeng dan Foto di Akun Facebook yang di pakai Sugeng Dengan Nama Rian untuk menipu. Sugeng sendiri adalah warga Segawe Jajar Kecantikan, Pagerwojo. Setelah dicek, teryata Sugeng tidak seganteng foto yang digunakan di medsos.

“Kita akhirnya melakukan langkah kekeluargaan. Kami panggil Sugeng dan dia mau mengganti tiket untuk pulang ke rumahnya di Lebak,” tambah Dani.

Polisi belum menjerat Sugeng dengan UU ITE (informasi dan teknologi elektronik). Namun jika mengulangi perbuatannya, polisi bisa menggunakan undang undang itu.

Polisi akhirnya mengantar Syakila ke Stasiun Tulungagung. Sambil menunggu jadwal kereta, Syakila menginap di hotel yang tak jauh dari Stasiun Tulungagung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *